Pendaftaran
Pengunjung
Content View Hits : 717914Polling Warga Hijau
Visitors
Top 10:![]() | 76% | Unknown (422833) |
![]() | 4% | Germany (19605) |
![]() | 2% | Indonesia (13546) |
![]() | 2% | Brazil (9440) |
![]() | 2% | Russian Federation (8924) |
![]() | 1% | Luxembourg (7560) |
![]() | 1% | Mexico (6013) |
![]() | <1% | Japan (5443) |
![]() | <1% | Czech Republic (5087) |
![]() | <1% | Poland (4444) |
| COP-15 KOPENHAGEN: Pertemuan Perubahan Iklim Global Terakbar Dibuka |
| Green Alliance | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tuesday, 08 December 2009 11:45 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Konferensi Perubahan Iklim PBB yang merupakan pertemuan terbesar dan terpenting untuk isu perubahan iklim dibuka, Senin (7/12) di Kopenhagen, Denmark. Peserta konferensi, utusan dari 192 negara, dibayangi kemungkinan bahwa pertemuan historis tersebut akan menjadi kesempatan terbaik dan terakhir dalam upaya menjawab tantangan dampak katastrofik perubahan iklim.Negosiasi antarnegara-negara yang terikat pada Kerangka Kerja Konvensi tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) telah berlangsung dua tahun terakhir. Ia mengingatkan, jika pemerintah dari negara-negara di dunia tersebut melewatkan kesempatan di Kopenhagen, kesempatan sebaik itu mungkin tak akan ada lagi. ”Ini kesempatan kita. Jika kita melewatkan, perlu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan lagi dan yang lebih baik. Itu pun jika kita bisa,” ujarnya. Saling menunggu Posisi saling menunggu penurunan emisi gas rumah kaca oleh pihak lain muncul antara negara kaya seperti Uni Eropa dan negara ekonomi berkembang, terutama China dan India, tetapi isu utama tidak dibahas. Para perunding dalam konferensi tersebut berupaya membuat kesepakatan, antara lain, soal pengurangan emisi gas rumah kaca dan pendanaan sebagai langkah mengurangi dampak perubahan iklim. Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen mengatakan, ”Para perunding tidak dapat melakukannya sendirian. Tanggung jawab akhirnya ada pada masyarakat dunia, yang akan menjadi korban dari konsekuensi yang fatal jika kita gagal.” Sementara itu, Panel Ahli Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mengingatkan pentingnya mengurangi emisi gas rumah kaca. ”Negara maju haruslah memimpin upaya itu,” kata Ketua IPCC Rajendra Kumar Pachauri. Namun, ia tidak menyebut tegas pentingnya negara maju mengeluarkan angka penurunan emisi dalam jumlah besar. Ia mengingatkan, untuk mencegah kenaikan 2-2,4 derajat celsius suhu global, ongkos mitigasi pada tahun 2030 tidak kurang dari 3 persen produk domestik bruto global. ”Mitigasi membawa manfaat tidak hanya soal tingkat emisi, tetapi juga berasosiasi dengan kesehatan manusia, keamanan energi, dan stabilitas produksi pertanian,” katanya. Selasa, 8 Desember 2009 | 02:52 WIB KOPENHAGEN, KOMPAS -http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/08/0252014/pertemuan.perubahan.iklim.global.terakbar.dibuka (GSA/AP/ISW)
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Search Articles
Mengapa Perlu Hemat Kertas?
Kebutuhan kertas Indonesia 8 % dari supply oleh HTI dan 92 % illegal logging.
Setiap tahun luas hutan Indonesia yang hilang setara dengan luas Pulau Bali.
Satu rim kertas A4 menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun.
Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran pohon berkayu keras dan lunak.
Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384.000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran.
Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.
Sumber: Majalah Annida
Alam Indonesia














Konferensi Perubahan Iklim PBB yang merupakan pertemuan terbesar dan terpenting untuk isu perubahan iklim dibuka, Senin (7/12) di Kopenhagen, Denmark. Peserta konferensi, utusan dari 192 negara, dibayangi kemungkinan bahwa pertemuan historis tersebut akan menjadi kesempatan terbaik dan terakhir dalam upaya menjawab tantangan dampak katastrofik perubahan iklim.


