Cukup mengejutkan langkah Nokia bulan lalu ketika mengumumkan program pertukaran charger atau penyetrum ulang baterai produk tertentu secara gratis. Beragam reaksi masyarakat mencoba memahami maksud program yang tidak umum terjadi di dunia perangkat telekomunikasi, khususnya telepon seluler.
Memang ada potensi charger tertentu itu membahayakan pengguna manakala tutup plastik mudah longgar dan bisa terlepas. Kondisi ini memungkinkan terjadinya sengatan listrik terhadap penggunanya. Sementara pihak Nokia juga memanfaatkan situasi ini untuk kampanye perusahaan itu yang mulai dengan produk ramah lingkungan.
Untuk charger yang diganti ditandai oleh produsen BYD, yaitu charger AC-3E dan AC-3U yang dibuat 15 Juni-9 Agustus 2009 (kode pada digit ke-7 sampai ke-9 adalah 925-932) serta AC-4U yang dibuat 13 April-25 Oktober 2009 (kode 916-943). Semua ini adalah produk charger yang masih baru buatan tahun 2009.
Kampanye
Selain pertukaran charger gratis ini, sekarang Nokia juga sedang giat-giatnya membuat langkah baru yang prolingkungan. Di beberapa negara sudah dimulai dengan program daur ulang untuk komponen-komponen ponsel hingga 80 persen, seperti bagian casing, dan hampir sebagian besar komponen ponsel Nokia saat ini sudah bisa didaur ulang.
Kondisi di Indonesia belum melangkah ke sana, tetapi sudah ikut membantu program lingkungan Kali Ciliwung dan konservasi alam di Kalimantan. Seperti yang pernah dijelaskan Francis Cheong, Manajer Lingkungan, kepada Kompas saat berkunjung di Jakarta beberapa waktu lalu.
Aktivitas-aktivitas lain di antaranya dengan membuat produk yang ramah lingkungan, seperti tas dan USB flash dari hasil daur ulang. Upaya daur ulang sendiri saat ini sudah sampai pada dus pembungkus dibuat seefisien mungkin dan semua bahan bisa didaur ulang.
Sementara itu, produk charger juga merupakan bagian dari kampanye prolingkungan mereka. Meskipun sektor telekomunikasi menyumbang kurang dari 1 persen gas rumah kaca CO dunia, dengan membuat produk yang tidak boros energi, hal itu akan ikut menyelamatkan lingkungan dunia.
Saat ini charger yang berhasil memenuhi kriteria hemat energi sudah dibuat Nokia pada jenis AC-5 dan AC-8, dengan konsumsi daya tanpa beban, artinya charger dicolokkan ke listrik PLN tanpa digunakan untuk menyetrum adalah kurang dari 0,03 watt. Sementara yang tertinggi masih kurang dari 0,15 watt, yaitu pada AC-3, AC-6, dan AC-10.
Hampir sebagian besar masyarakat tidak pernah mau melepas charger dari colokan listrik.
Ini merupakan pemborosan energi yang tidak perlu. Kriteria tanpa beban yang dibuat Energy Star kelebihan sekitar 50 persen adalah sekitar 0,15 watt dan akan lebih buruk lagi jika lebih besar dari itu. (AWE)
Jumat, 4 Desember 2009 | 04:00 WIB
Source:http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/04/04003684/lakukan.pendekatan.lingkungan