|
Menhut Menyiapkan Dua Buah PP |
|
|
Green Policy
|
|
Wednesday, 07 July 2010 15:08 |
MORATORIUM SAWIT Untuk mengatur pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam melakukan moratorium lahan hutan primer dan hutan gambut menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit, Kementerian Kehutanan akan mempersiapkan dua peraturan pemerintah. Kedua peraturan pemerintah (PP) tersebut akan mengatur moratorium konversi perkebunan kelapa sawit dari hutan primer dan moratorium konversi perkebunan kelapa sawit dari hutan gambut.
|
|
Read more...
|
|
|
Greenpeace Serukan Boikot |
|
|
Green Product
|
|
Wednesday, 07 July 2010 10:36 |
|
Greenpeace, organisasi kampanye lingkungan hidup independen, memublikasikan laporan yang menyatakan Asia Pulp and Paper, industri pulp dan kertas anak perusahaan Sinar Mas Group, merusak hutan Sumatera, Selasa (6/7). Greenpeace menyerukan pemboikotan atas produk Asia Pulp and Paper karena menganggap produk Asia Pulp and Paper dihasilkan dengan membalak hutan alam dan membongkar lahan gambut. Pada Selasa, laporan berjudul How Sinar Mas is Pulping the Planet itu dipublikasikan secara serempak di Eropa, China, Amerika Serikat, dan Indonesia melalui 43 kantor Greenpeace di seluruh dunia dengan berbagai macam bentuk aksi. Di China, misalnya, para aktivis Greenpeace berpakaian harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) masuk ke dalam troli belanja salah satu jaringan supermarket lokal bersama berbagai produk Asia Pulp and Paper (APP).
|
|
Read more...
|
|
Pengalihan Utang ke Konservasi Alam, Murnikah? |
|
|
Green Alliance
|
|
Wednesday, 07 July 2010 10:34 |
KOLONIALISME HIJAU Tahun lalu, AS lewat USAID telah mengalihkan utang sebesar 30 juta dollar AS ke Indonesia, demi konservasi hutan dengan fokus di Sumatera. Jumlah dana yang dialihkan tak seberapa. Namun, kualitas persoalan tak kalah pelik. Bukan hanya AS, sejumlah negara Eropa juga melakukan hal serupa lewat apa yang dinamakan debt for nature swap, alias pengalihan utang ke pembiayaan pelestarian lingkungan hidup terutama hutan. Target Eropa dan AS ini adalah hutan-hutan di Asia, Afrika, dan sejumlah negara di Amerika Latin.
|
|
Read more...
|
|
Indonesia Perlu Berhati-hati Mengklaim |
|
|
Green Alliance
|
|
Friday, 11 June 2010 11:58 |
|
Pencemaran di Laut Timor Pemerintah Indonesia perlu berhati-hati mengklaim kepada Pemerintah Australia berkaitan dengan pencemaran di pantai Timor, Indonesia, akibat meledaknya ladang minyak Montara di sekitar 690 kilometer barat Darwin, Australia. Ledakan terjadi 20 Agustus 2009. Beberapa bulan kemudian diberitakan, gumpalan minyak mentah dari ledakan itu ditemukan nelayan Oesapa, Kupang, di Laut Timor. Perlu diadakan penelitian apakah itu benar-benar dampak minyak tersebut. ”Kita harus hati-hati sebelum mengklaim ke Australia,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta menjawab pertanyaan Kompas di kawasan Wisata Alam Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (7/6).
|
|
Read more...
|
|
Mencari Bukti Emisi Karbon |
|
|
Green Technology
|
|
Friday, 11 June 2010 11:56 |
|
Perubahan Iklim Sebagai negara tropis yang memiliki kawasan hutan terluas, Indonesia dituding sebagai pencemar terbesar gas rumah kaca terutama akibat praktik pembukaan lahan dan hutan. Untuk dapat membantah ketidakbenaran pernyataan itu, Indonesia berupaya melakukan pengukuran emisi karbonnya. Riset mengenai perubahan iklim juga dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran dampak yang ditimbulkan, seperti naiknya permukaan laut, munculnya bencana alam yang semakin sering (banjir, kekeringan, dan badai), kekerapan kejadian cuaca yang ekstrem dan timbulnya berbagai penyakit.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|