Pendaftaran
Pengunjung
Content View Hits : 897467Polling Warga Hijau
syndicate
Feed Entries Visitors
Top 10:![]() | 76% | Unknown (422833) |
![]() | 4% | Germany (19605) |
![]() | 2% | Indonesia (13546) |
![]() | 2% | Brazil (9440) |
![]() | 2% | Russian Federation (8924) |
![]() | 1% | Luxembourg (7560) |
![]() | 1% | Mexico (6013) |
![]() | <1% | Japan (5443) |
![]() | <1% | Czech Republic (5087) |
![]() | <1% | Poland (4444) |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
More Articles...
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Search Articles
Mengapa Perlu Hemat Kertas?
Kebutuhan kertas Indonesia 8 % dari supply oleh HTI dan 92 % illegal logging.
Setiap tahun luas hutan Indonesia yang hilang setara dengan luas Pulau Bali.
Satu rim kertas A4 menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun.
Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran pohon berkayu keras dan lunak.
Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384.000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran.
Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.
Sumber: Majalah Annida
Alam Indonesia















Kantor Besar Jakarta – Jumat 10 Februari 2012. Sustainable banking atau green banking telah menjadi isu hangat bukan hanya di Indonesia namun juga di dunia. Perbankan yang menerapkan bisnis yang berkelanjutan (green banking) baik untuk kepentingan internal maupun eksternal akan membawa profit dalam jangka panjang dan niscaya menjadi “a better bank” dibandingkan dengan praktek perbankan yang bersifat “business as usual”. Bank diharapkan untuk proaktif dan tidak menunggu regulasi Bank Sentral dalam mengimplementasikan perbankan yang ramah lingkungan demi keberlanjutan lingkungan alam dan sosial. Demikian inti pesan yang disampaikan oleh Herman Mulder, seorang Pakar “Sustainable Banking” yang terkenal dan saat ini memimpin organisasi GRI (Global Reporting Initiative) yang berpusat di Amsterdam Belanda.
Vice President Corporate Sustainability BNI Asoka Wardhana melepas secara simbolis 500 ribu bibit tanaman keras BNI pada Kamis 17/11 di Sentul, Bogor. Pelepasan bibit tanaman keras ini merupakan hasil kerjasama BNI dan Paguyuban Budiasi dalam upaya pembibitan sejuta tanaman keras. Selanjutnya 500 ribu bibit tanaman keras akan diberikan secara cuma-cuma kepada komunitas-komunitas masyarakat di Jawa Barat untuk membantu merehabilitasi lahan-lahan kritis sehingga tercipta kembali hamparan hijau dan asri.
memberikan bantuan CSR untuk program Kali Ciliwung Bersih yang diserahkan oleh Pemimpin BNI Cabang Bogor I Nyoman Wirawan kepada Walikota Bogor Diani Budiarto pada Jum’at 07 November 2011. CSR BNI ditujukan untuk membantu program Ciliwung Bersih yang dikerjakan secara sukarela oleh komunitas-komunitas seperti Peduli Ciliwung (KPC), LATIN dan Telapak. CSR berupa motor pengangkut sampah, mesin pencacah dan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengelola kebersihan kali Ciliwung.



